Finding Stillness in the Embrace of Nature

Duis eu fermentum tellus, id ultrices magna. Etiam sit amet mi sit amet nunc malesuada feugiat. Duis quam mi, sagittis ac libero a, mattis convallis magna. Maecenas at tristique tortor, tincidunt consectetur nisl. Sed blandit ac felis in luctus. Fusce interdum laoreet aliquam. Cras at porta nisi. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Morbi augue mauris, rutrum venenatis libero ut, pellentesque porta justo. Mauris id tortor eu massa placerat consequat et lacinia massa. Integer mollis posuere odio in pretium. Donec ut est tincidunt, ultrices magna laoreet, pretium nunc. Etiam varius, odio nec finibus luctus, urna eros ullamcorper odio, vitae egestas purus velit vel neque. Ut ante lectus, consectetur ut hendrerit quis, aliquam vitae lorem. Duis in mauris posuere, finibus orci vitae, pharetra nulla. Integer id convallis augue, nec consequat lorem. Vivamus interdum eu nunc vitae accumsan. Fusce lorem lectus, ultrices id ligula at, pharetra consequat leo. Donec vitae malesuada orci. Morbi et sem vitae orci congue ultricies vel in dui. Donec volutpat nibh tortor, ac lacinia lectus bibendum sed. Proin massa elit, gravida eget volutpat at, rhoncus vulputate erat. Sed consectetur sem ac diam feugiat, sed accumsan sapien pulvinar. Quisque quis porta lectus, convallis tincidunt mi. Pellentesque ac ultrices massa. Vivamus blandit suscipit dapibus. Morbi consectetur in erat facilisis luctus. Vestibulum lacinia mi velit, non ultricies lorem iaculis in. Aliquam fringilla congue varius. Aliquam enim massa, scelerisque vel laoreet molestie, luctus sed nisi.

Sekolah Garuda di Sumbawa rampung Juni 2027

Home BANJARBARU KALSEL, (sumbawaraya.com) — Kejutan datang dari Banjarbaru. Presiden Republik Indonesia secara tegas menyatakan dukungan terhadap permintaan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) agar Pekan Olahraga Nasional XXII 2028 ditetapkan dan diselenggarakan di NTB–NTT. Pernyataan dukungan Presiden disampaikan dalam pertemuan langsung dengan kedua gubernur di sela kegiatan peluncuran 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin (12/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menilai konsep penyelenggaraan yang diajukan NTB–NTT rasional, bertanggung jawab, dan sejalan dengan prinsip efisiensi pengelolaan anggaran negara. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kedua provinsi telah siap menjadi tuan rumah bersama dengan pendekatan yang terukur. “Kami menegaskan kepada Presiden komitmen kesiapan NTB dan NTT untuk menyelenggarakan PON 2028 secara efisien dan akuntabel, dengan fokus pada cabang olahraga yang fasilitasnya telah tersedia dan tanpa pembangunan infrastruktur besar yang baru,” ujar Miq Iqbal kepada media usai pertemuan. Gubernur NTT menambahkan, dukungan Presiden tersebut akan segera ditindaklanjuti secara administratif. “NTB dan NTT akan menyampaikan surat bersama kepada Presiden sebagai penegasan komitmen dan kesiapan kami, guna memperoleh penetapan resmi,” tegasnya. Dukungan Presiden ini menandai langkah strategis dan bersejarah bagi kawasan Indonesia Timur. NTB–NTT diproyeksikan menjadi contoh baru penyelenggaraan PON yang efisien, kolaboratif, dan berorientasi pada pemanfaatan fasilitas yang telah ada, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan olahraga nasional. Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dukungan Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa kedua provinsi dipercaya dan dianggap mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia, tegas Miq Iqbal. Share this post : Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Create a new perspective on life Your Ads Here (365 x 270 area) Purchase Now Latest News Categories Subscribe our newsletter Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Tuan Rumah PON XXII 2028

Home BANJARBARU KALSEL, (sumbawaraya.com) — Kejutan datang dari Banjarbaru. Presiden Republik Indonesia secara tegas menyatakan dukungan terhadap permintaan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) agar Pekan Olahraga Nasional XXII 2028 ditetapkan dan diselenggarakan di NTB–NTT. Pernyataan dukungan Presiden disampaikan dalam pertemuan langsung dengan kedua gubernur di sela kegiatan peluncuran 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin (12/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menilai konsep penyelenggaraan yang diajukan NTB–NTT rasional, bertanggung jawab, dan sejalan dengan prinsip efisiensi pengelolaan anggaran negara. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kedua provinsi telah siap menjadi tuan rumah bersama dengan pendekatan yang terukur. “Kami menegaskan kepada Presiden komitmen kesiapan NTB dan NTT untuk menyelenggarakan PON 2028 secara efisien dan akuntabel, dengan fokus pada cabang olahraga yang fasilitasnya telah tersedia dan tanpa pembangunan infrastruktur besar yang baru,” ujar Miq Iqbal kepada media usai pertemuan. Gubernur NTT menambahkan, dukungan Presiden tersebut akan segera ditindaklanjuti secara administratif. “NTB dan NTT akan menyampaikan surat bersama kepada Presiden sebagai penegasan komitmen dan kesiapan kami, guna memperoleh penetapan resmi,” tegasnya. Dukungan Presiden ini menandai langkah strategis dan bersejarah bagi kawasan Indonesia Timur. NTB–NTT diproyeksikan menjadi contoh baru penyelenggaraan PON yang efisien, kolaboratif, dan berorientasi pada pemanfaatan fasilitas yang telah ada, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan olahraga nasional. Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dukungan Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa kedua provinsi dipercaya dan dianggap mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia, tegas Miq Iqbal. Share this post : Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Create a new perspective on life Your Ads Here (365 x 270 area) Purchase Now Latest News Categories Subscribe our newsletter Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Waspada terhadap Puncak Musim Penghujan

Home Mataram (Sumbawa Raya)  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai periode puncak musim penghujan yang terjadi pada Dasarian II Januari 2026.   “Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak,” kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Nindya Kirana di Mataram, Senin.   Berdasarkan laporan BMKG, kondisi curah hujan di NTB sempat menurun saat musim hujan pada Dasarian I Januari 2026 dari tanggal 1-10 Januari. Periode jeda monsun yang dikenal istilah penurunan curah hujan lumrah terjadi di kawasan Asia Tenggara saat periode musim penghujan.   Nindya mengatakan masyarakat tetap harus mewaspadai potensi curah hujan di dasarian mendatang pada periode puncak musim hujan, meski terdapat pengurangan curah hujan beberapa waktu ke belakang.   “Kami imbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air, serta mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.   BMKG memprakirakan peluang curah hujan tinggi pada periode 11-20 Januari 2026 atau Dasarian II Januari terjadi hampir merata di seluruh Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.   Data peluang sebesar 70 hingga 90 persen mengalami hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian terjadi di seluruh Pulau Lombok, Sumbawa Barat, Sumbawa dan Bima.   Wilayah Tambora, Sanggar, Pekat, dan Labuhan Badas berpeluang 60 hingga lebih dari 90 persen mengalami hujan di atas 100 milimeter per dasarian.   Sedangkan, peluang 50 sampai 70 persen hujan dengan intensitas juga di atas 100 milimeter per dasarian kemungkinan terjadi di wilayah wilayah Lombok bagian Utara dan Lombok bagian Selatan.   “Indikasi curah hujan tinggi dengan level siaga pada Dasarian II Januari 2026 berada di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu dan Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima,” kata Nindya.   Sejumlah dinamika atmosfer mendukung proses peningkatan curah hujan, antara lain anomali suhu permukaan laut minus 0,7 derajat yang mengindikasikan La Nila lemah dan diperkirakan bertahan hingga awal 2026.   Selain itu ada juga faktor aliran massa udara di Indonesia yang didominasi angin baratan yang membawa uap air dari Samudera Hindia ke wilayah NTB. Gelombang-gelombang atmosfer secara spasial diprediksi aktif di wilayah Indonesia hingga Dasarian II Januari 2026. (ALKANDIX) Share this post : Facebook Twitter LinkedIn Pinterest