Balap Lari Liar Sebabkan Tabrakan Beruntun di Teluk Santong SUmbawa

Tabrakan beruntun yang melibatkan dua bus PO Tiara Mas terjadi di kawasan Teluk Santong, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu dini hari, 15 Maret 2026. Insiden yang melibatkan armada bernomor polisi EA 7618 E (Alesha) dan EA 7668 A (KTM Racing) ini berlangsung sekitar pukul 03.25 Wita saat keduanya tengah melaju beriringan menempuh rute Mataram-Bima.
Meski tidak ada korban jiwa, seorang kenek bus dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan kaca, sementara para penumpang sempat terlantar akibat kemacetan panjang di jalur lintas tersebut.
Penyebab kecelakaan dipastikan bukan karena kegagalan mesin, melainkan faktor eksternal berupa aktivitas warga yang menggunakan badan jalan. Berdasarkan data lapangan, sopir bus terpaksa melakukan pengereman mendadak demi menghindari kerumunan masyarakat yang tengah menggelar balap lari liar di tengah jalan pada dini hari. Jarak antar-bus yang rapat membuat kendaraan di belakang tidak memiliki cukup ruang untuk mengantisipasi manuver pengereman tersebut, sehingga tabrakan pun tak terhindarkan.
Menanggapi peristiwa ini, Satgas Mudik Ombudsman RI perwakilan NTB, Khairul Natanagara, menekankan pentingnya penyediaan saluran pengaduan darurat (quick response) di titik-titik rawan kecelakaan guna menjamin keselamatan pengguna jasa transportasi publik. Ia juga memperingatkan warga bahwa penggunaan jalan utama untuk aktivitas yang melanggar aturan merupakan ancaman serius bagi nyawa dan ketertiban umum.
Kejadian ini mencerminkan rendahnya kesadaran hukum dan literasi keselamatan jalan raya di tingkat akar rumput. Penggunaan jalan nasional sebagai arena pacu lari bukan sekadar kenakalan atau tradisi lokal, melainkan pelanggaran berat yang mengganggu urat nadi distribusi dan transportasi publik. Aparat penegak hukum serta pemerintah daerah harus bersikap lebih responsif terhadap kegiatan ilegal di ruang jalan, karena kelalaian dalam pengawasan fungsi jalan secara tidak langsung membiarkan potensi hilangnya nyawa manusia.
Ricuh – Adu Mulut Peserta Mudik Gratis dengan Petugas di Pelabuhan Kayangan, Viral

Kericuhan singkat sempat mewarnai program mudik gratis di Pelabuhan Kayangan ketika antrean kendaraan memanjang dan emosi pemudik memuncak. Dalam video yang beredar, penumpang tampak bersitegang dengan petugas karena menunggu hingga berjam-jam — satu pemudik merekam klaim bahwa antrean berlangsung sampai empat jam — sementara suasana panas dan kelelahan memperpendek ambang sabar mereka. Insiden ini berlangsung di tengah upaya pemerintah daerah menyalurkan bantuan transportasi massal untuk masyarakat yang ingin pulang kampung pada masa Ramadan.
Pihak penyelenggara merespons kejadian itu dengan klarifikasi resmi dari Khaerus Sobri mewakili Dinas Perhubungan NTB. Ia menjelaskan bahwa yang terjadi adalah salah paham terkait mekanisme masuk kapal: muat-bongkar kapal memerlukan sekitar 30–45 menit per kapal, bus tidak bisa masuk serentak karena kapal mengangkut berbagai jenis kendaraan, dan antrean sengaja diatur menurut operator kapal agar pembagian muatan merata. Sobri juga menepis kabar bahwa keterlambatan disebabkan belum dibayarnya sewa kapal. Menurutnya, situasi serupa memang kerap muncul setiap tahun dan butuh evaluasi.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melepas 400 peserta mudik gratis dari kantor gubernur pada 14 Maret 2026; rombongan diberangkatkan dari Pulau Lombok menuju beragam tujuan di Pulau Sumbawa, termasuk Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Bima. Panitia menyatakan peristiwa ini akan dijadikan bahan evaluasi agar pelaksanaan tahun berikutnya lebih tertib dan nyaman.
Insiden ini tentu bukan sekadar masalah teknis antrean — melainkan proses mitigasi yang lambat. Pemerintah daerah perlu menyiapkan informasi waktu tunggu yang akurat sebelum keberangkatan, jadwal yang tertib, fasilitas peneduh di titik antre, serta saluran pengaduan real-time agar kecemasan penumpang tidak berubah jadi kericuhan. Selain itu, koordinasi operasional dengan operator kapal harus dituangkan dalam SOP tertulis tiap tahun—agar niat baik program mudik gratis tak tergerus oleh kepanikan yang sebenarnya bisa diantisipasi.
https://www.instagram.com/sumbawaraya/reel/DV5eQ-qkxvO/
Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H, Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Pedoman

Sumbawaraya –Sumbawa : Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Agung Nurul Huda, Jumat (6/3/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa bersama jajaran Forkopimda serta sejumlah pimpinan OPD, sehingga suasana kegiatan terasa khidmat sekaligus penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan hanya agenda rutin, melainkan sarana penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, aspirasi warga dapat didengar secara langsung, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah bulan suci.
Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Program nasional yang turut dijalankan di Kabupaten Sumbawa antara lain pembangunan ruas jalan melalui Inpres Jalan Daerah yang kini sedang dalam proses pengerjaan. Selain itu, daerah ini juga berhasil memperoleh program unggas terintegrasi serta Sekolah Rakyat yang seluruh pembiayaannya ditanggung pemerintah pusat, sehingga meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
Momentum Nuzulul Qur’an dijadikan pengingat akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Tidak cukup hanya dibaca, masyarakat diajak untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diharapkan mampu memperkuat karakter religius sekaligus membangun masyarakat yang berakhlak mulia.
Bupati menyampaikan harapan agar masyarakat senantiasa memberikan doa dan dukungan terhadap program pembangunan yang sedang dijalankan. Dengan dukungan penuh dari warga, pemerintah optimis dapat mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, dalam rangkaian Safari Ramadhan tersebut Bupati menyerahkan sejumlah bantuan, di antaranya dana pembangunan Masjid Agung Nurul Huda sebesar Rp25.000.000, 10 mushaf Al-Qur’an dari Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, serta 20 paket sembako yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
Finding Stillness in the Embrace of Nature

Duis eu fermentum tellus, id ultrices magna. Etiam sit amet mi sit amet nunc malesuada feugiat. Duis quam mi, sagittis ac libero a, mattis convallis magna. Maecenas at tristique tortor, tincidunt consectetur nisl. Sed blandit ac felis in luctus. Fusce interdum laoreet aliquam. Cras at porta nisi. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Morbi augue mauris, rutrum venenatis libero ut, pellentesque porta justo. Mauris id tortor eu massa placerat consequat et lacinia massa. Integer mollis posuere odio in pretium. Donec ut est tincidunt, ultrices magna laoreet, pretium nunc. Etiam varius, odio nec finibus luctus, urna eros ullamcorper odio, vitae egestas purus velit vel neque. Ut ante lectus, consectetur ut hendrerit quis, aliquam vitae lorem. Duis in mauris posuere, finibus orci vitae, pharetra nulla. Integer id convallis augue, nec consequat lorem. Vivamus interdum eu nunc vitae accumsan. Fusce lorem lectus, ultrices id ligula at, pharetra consequat leo. Donec vitae malesuada orci. Morbi et sem vitae orci congue ultricies vel in dui. Donec volutpat nibh tortor, ac lacinia lectus bibendum sed. Proin massa elit, gravida eget volutpat at, rhoncus vulputate erat. Sed consectetur sem ac diam feugiat, sed accumsan sapien pulvinar. Quisque quis porta lectus, convallis tincidunt mi. Pellentesque ac ultrices massa. Vivamus blandit suscipit dapibus. Morbi consectetur in erat facilisis luctus. Vestibulum lacinia mi velit, non ultricies lorem iaculis in. Aliquam fringilla congue varius. Aliquam enim massa, scelerisque vel laoreet molestie, luctus sed nisi.
Bale Mula, Ikhtiar Menanam Akar serta Membangun Ekosistem Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan

SUMBAWA BESAR — Sabtu malam (17/1), di bawah gemerlap lampu Lapangan Pahlawan, semarak tawa pecah saat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot. M.P., berdiri di atas panggung bukan untuk membacakan pidato birokrasi yang kaku, melainkan menjajal stand-up comedy. Namun di balik keriuhan perayaan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa itu, terselip sebuah ambisi besar yang jauh dari sekadar lelucon: peluncuran Bale Mula. Bale Mula—atau Rumah Entrepreneur Muda—bukanlah sekadar lembaga atau seremoni papan nama. Ia adalah pernyataan sikap atas kegelisahan menahun mengenai ketergantungan ekonomi daerah pada kekuatan ekonomi kota besar. Selama ini, mata rantai ekonomi Sumbawa sering kali hanya menjadi perlintasan; bahan baku diambil dari hulu, namun nilai tambahnya dinikmati di hilir yang letaknya jauh di luar batas kabupaten, seperti Mataram atau kota besar lainnya bahkan di Jawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa tampaknya mulai menyadari bahwa memperkuat UMKM tidak cukup dengan suntikan modal atau pelatihan singkat yang “instan”. Lebih jauh dari itu adalah membangun ekosistem. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Ivan Indrajaya, menekankan bahwa Bale Mula dirancang sebagai inkubator yang mengawal pelaku usaha dari hulu—penyiapan manajerial dan legalitas—hingga ke hilir—penghubung pemodal dan perluasan pasar. “Bale Mula tidak menjanjikan hasil instan, tetapi membangun proses yang benar agar ekonomi daerah tumbuh secara berkelanjutan,” tegas Ivan. Kalimat ini mengandung harapan evaluatif terhadap kebijakan-kebijakan masa lalu yang mungkin terlalu berorientasi pada hasil fisik tanpa memedulikan daya tahan ekosistem lokal. Sebab tantangan sesungguhnya bukan pada bagaimana produk dibuat, melainkan pada ke mana uang itu mengalir. Salah satu poin krusial dalam gerakan ini adalah upaya mengubah pola konsumsi atau market behavior. Selama ini, ada kecenderungan psikologis dan ekonomi di mana perputaran uang masyarakat Sumbawa lebih cepat “terbang” ke Mataram. Baik itu melalui belanja ritel besar maupun ketergantungan pada jasa dari luar daerah. Melalui simbolisme Coffee Night—penyajian dan minum kopi bersama 1.500 cup kopi lokal—Sumbawa sedang mencoba membangun narasi kedaulatan. Pesannya jelas: mengapa harus mencari rasa dan gengsi ke kota lain jika kualitas itu ada di tanah sendiri?. Membuat pasar lokal untuk melirik produk lokal bukan hanya soal nasionalisme daerah, tapi juga soal memastikan setiap rupiah yang berputar tetap tinggal dan menghidupi masyarakat Sumbawa. Bupati Syarafuddin Jarot dalam sambutannya juga menekankan bahwa pada usia ke-67, Kabupaten Sumbawa harus berani menegaskan arah pembangunan yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, dinamika dunia kerja dan ekonomi yang bergerak cepat menuntut pemerintah daerah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia, jejaring, dan ekosistem usaha. “Bale Mula adalah rumah bersama. Tempat anak-anak muda belajar, mencoba, berkolaborasi, bahkan gagal dan bangkit kembali,” ungkap Bupati. Namun, rumah ini akan tetap menjadi bangunan kosong jika tidak diiringi dengan kebijakan proteksi yang nyata bagi UMKM dari gempuran pasar modern dan ketergantungan pada rantai pasok luar daerah. Membangun ekonomi dari hulu ke hilir berarti berani memotong kompas ketergantungan. Menjadikan Sumbawa sebagai pusat gravitasi ekonomi bagi warganya sendiri, bukan sekadar penonton di pinggiran gemerlap kemajuan kota seberang. Bale Mula adalah langkah awal. Namun, ujian sesungguhnya adalah konsistensi: apakah pemerintah mampu menjaga agar semangat ini tidak layu setelah lampu panggung car free night dipadamkan? Karena ekonomi yang berakar tak butuh tepuk tangan, ia butuh daya tahan dan keberlanjutan.
Peresmian Proyek Pembangunan Strategis dan Sebuah Tantangan Pemeliharaan

Sumbawa Besar, sumbawaraya.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa meresmikan puluhan proyek pembangunan strategis pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa, Selasa (20/1/2026). Peresmian yang dihadiri Bupati ini menandai capaian pembangunan lintas sektor sebagai hasil kerja kolektif pemerintah dan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyatakan bahwa peresmian proyek tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan penanda awal dari perjalanan panjang pembangunan daerah. Ia menyebut proyek-proyek yang diresmikan mencakup sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas olahraga, perlindungan sosial, hingga ruang publik. “Peresmian hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras bersama. Ini bukan hanya keberhasilan pemerintah daerah, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat Sumbawa,” ujar Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot,M.P. Namun, di balik deretan proyek baru itu, pertanyaan tentang keberlanjutan dan pemeliharaan perlu menjadi perhatian bagi pemerintah dan masyarakat. Sejumlah fasilitas publik di Sumbawa dalam beberapa tahun terakhir tercatat mengalami penurunan fungsi akibat lemahnya pemeliharaan, meski baru beberapa tahun diresmikan. Artinya, kolektifitas dibutuhkan tidak hanya saat membangun, tetapi juga saat merawat. Bupati juga menyoroti capaian kemantapan jalan Kabupaten Sumbawa yang diklaim telah mencapai 82,9 persen dalam kondisi baik. Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur tersebut akan berdampak langsung pada konektivitas antarwilayah dan pelayanan publik. Meski demikian, data itu belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kualitas konstruksi dan konsistensi pemeliharaan jalan, terutama di wilayah pinggiran dan pedesaan. Pada kesempatan yang sama, Bupati meresmikan pula Gedung Computer Assisted Test (CAT) untuk pelaksanaan seleksi ASN dan PPPK. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan transparansi dan profesionalisme rekrutmen aparatur. “Sekarang seleksi sudah menggunakan sistem komputerisasi. Tidak ada lagi kecurangan atau intervensi. Semua hasil dapat dilihat secara terbuka,” jelas Bupati. Namun, efektivitas dari CAT ini akan sangat bergantung pada konsistensi penggunaan dan tata kelola pasca-peresmian. Sebagai penutup, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, mulai dari perangkat daerah, TNI-Polri, BUMN, BUMD, hingga masyarakat. Ia berharap seluruh proyek yang diresmikan benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga. Peresmian puluhan proyek pada HUT ke-67 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan tidak berhenti pada pemotongan pita. Keberlanjutan, pemeliharaan, dan dampak langsung bagi masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa di masa depan.
Sekolah Garuda di Sumbawa rampung Juni 2027

Home BANJARBARU KALSEL, (sumbawaraya.com) — Kejutan datang dari Banjarbaru. Presiden Republik Indonesia secara tegas menyatakan dukungan terhadap permintaan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) agar Pekan Olahraga Nasional XXII 2028 ditetapkan dan diselenggarakan di NTB–NTT. Pernyataan dukungan Presiden disampaikan dalam pertemuan langsung dengan kedua gubernur di sela kegiatan peluncuran 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin (12/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menilai konsep penyelenggaraan yang diajukan NTB–NTT rasional, bertanggung jawab, dan sejalan dengan prinsip efisiensi pengelolaan anggaran negara. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kedua provinsi telah siap menjadi tuan rumah bersama dengan pendekatan yang terukur. “Kami menegaskan kepada Presiden komitmen kesiapan NTB dan NTT untuk menyelenggarakan PON 2028 secara efisien dan akuntabel, dengan fokus pada cabang olahraga yang fasilitasnya telah tersedia dan tanpa pembangunan infrastruktur besar yang baru,” ujar Miq Iqbal kepada media usai pertemuan. Gubernur NTT menambahkan, dukungan Presiden tersebut akan segera ditindaklanjuti secara administratif. “NTB dan NTT akan menyampaikan surat bersama kepada Presiden sebagai penegasan komitmen dan kesiapan kami, guna memperoleh penetapan resmi,” tegasnya. Dukungan Presiden ini menandai langkah strategis dan bersejarah bagi kawasan Indonesia Timur. NTB–NTT diproyeksikan menjadi contoh baru penyelenggaraan PON yang efisien, kolaboratif, dan berorientasi pada pemanfaatan fasilitas yang telah ada, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan olahraga nasional. Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dukungan Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa kedua provinsi dipercaya dan dianggap mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia, tegas Miq Iqbal. Share this post : Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Create a new perspective on life Your Ads Here (365 x 270 area) Purchase Now Latest News Categories Subscribe our newsletter Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.